Di sebuah warung kopi, terlihat seorang pemuda yang sedang termenung yang di temani oleh secangkir kopi di hadapannya. Lalu datanglah seorang teman dari pemuda itu. Kedua pemuda itu bernama Parjo dan Parman. Mereka telah menyandang gelar pengangguranya selama 3 tahun.
"Gimana Jo, sudah dapat pekerjaan apa belum?" tanya Parman sambil duduk di sebelah Parjo.
"Man.. Man.. ya belum, jaman sekarang ini cari pekerjaan susah" jawab Parjo sambil meneguk secangkir kopinya.
"Betul itu Jo, memang susah cari pekerjaan, dan parahnya lagi, pengangguran seperti kita ini semakin merajalela".
"Iya Man, padahal aku ini sudah D3 lho, tapi belum juga mendapat pekerjaan".
"Lho, kamu sudah D3 to Jo?, memangnya kamu pernah kuliah?" tanya Parman kerkejut.
"Ya enggak pernah lah Man, orang tuaku aja nggak mampu membiayai kuliahku" jawab Parjo.
"Katanya kamu sudah D3?" tanya parman kebingungan.
"Maksudnya D3 itu Dino Dino Donga, maksudnya itu setiap hari berdo'a, berdo'a agar cepat mendapatkan pekerjaan" sahut Parjo.
"Oh, gitu Jo.. Do'a saja nggak cukup Jo, mau berdo'a sampai berakarpun, kalau tidak di barengi dengan usaha, mana bisa".
"Ya sudah Jo, aku pulang dulu" ucap Parman.
"Iya Man, hati-hati" ucap Parjo sambil membayar kopi yang diminumnya tadi, dan Parjo pun bergegas pulang ke rumah.
Keesokan harinya Parjo sudah berpenampilan bersih dan rapi bagaikan pejabat metropolitan yang ada di televisi. Ia membawa sebuah map di tangan kirinya, yang tak lain dan tak bukan isi map tersebut adalah bahan yang di gunakan untuk melamar pekerjaan. Lalu Parjo bergegas untuk mencari pekerjaan agar bisa menghilangkan gelar pengangguran yang melekat pada dirinya. Ia sudah keluar masuk perusahaan, tetapi tidak ada satupun perusahaan yang membutuhkan karyawan. Tak ada jawaban yang beragam dari setiap perusahaan, karena jawabannya selalu sama "Maaf, anda kami tolak".
Panasnya sang surya yang membumi hanguskan kota, dan udara senyap menyapa kalbu, membuat keringat kian mengucur. Tetapi ia tetap berjalan kesana kemari untuk mencari pekerjaan. Walaupun terik matahari membakar kulitnya, semangatnya tak akan buyar karena semangatnya yang kuat bagaikan baja. Hari semakin sore, iapun memutuskan untuk pulang kerumah dan beristirahat untuk menghilangkan sedikit rasa lelah dan letihnya.
Malam harinya Parjo bertemu dengan Parman saat Parman melewati depan rumah Parjo, kemudian mereka berdua mengobrol.
"Susah banget Man, cari pekerjaan, aku seharian mondar-mandir kesana-kemari tetapi tak membuahkan hasil sedikitpun, sudah capek-capek keluar masuk perusahaan, tapi jawabannya sama saja" ucap Parjo sambil menggelengkan kepala.
"Aku punya lowongan untukmu Jo, kamu mau nggak?" ucap Parman.
"Asal halal sih aku mau, memang apa pekerjaanya" sahut Parjo.
"Pekerjaannya mudah, mencarikan aku sebuah pekerjaan" canda Parman.
"Mending cari sendiri man, daripada nyariin kamu" ucap Parjo sambil tertawa.
"Yasudah Jo, bagaimana kalau kita mencari bersama-sama?" ucap Parman.
"Yasudah, besok aku tunggu di sini ya Man".
"Iya" ucap Parman lalu ia bergegas pulang.
Keesokan harinya Parman menuju rumah Parjo, dan Parjo sudah menunggu kedatangan Parman. Lalu mereka berangkat mencari pekerjaan. Mereka berjalan kesana kemari untuk mencari pekerjaan, tapi tak kunjung mendapatkan pejerjaan. Hingga mereka berjumpa dengan seorang pemuda. Sebut saja Jarwo.
"Butuh pekerjaan ya?" tanya Jarwo.
"Iya Bang" jawab Parman.
"Kalian bisa nyetir" tanya Jarwo.
"Saya tidak, tapi Parman bisa" jawab Parjo.
"Ya sudah, mari ikut saya" ucap Jarwo, sambil melangkahkan kakinya.
Lalu mereka berdua mengikuti Jarwo, dan mereka di pertemukan dengan atasannya. Mereka di tawari pekerjaan, dan mereka menerima pekerjaan tersebut, dan bisa mulai bekerja besok pagi.
Keesokan harinya mereka sudah mulai bekerja.
"Ahirnya kita bekerja juga ya Jo" ucap Parman bahagia.
"Iya Man" jawab Parjo.
"Walaupun sederhana yang penting halah" ucap Parman.
"Iya" jawab Parjo.
"Yang paling penting, gelar pengangguran kita sudah terbang jauh meninggalkan kita Jo".
"Iya iya" jawab Parjo.
"Kamu tu Jo, bisanya cuma iya, iya, dan iya" ucap Parman.
"Biar cepet Man, ayo kita jalan" ucap Parjo.
"Iya Jo" ucap Parman.
TARIIIK.. MAN..!!.


4 komentar:
haha kui sing gawe aku :D
Iyo iyo :D
wkwk tapi tetep idemu kok far :-D
Ya :-D
Posting Komentar